
Apa itu Hotel Grand Inna
Hotel Grand Inna adalah jaringan hotel miliki BUMN indonesia yang dikelola oleh Hotel Indonesia Group (HIG), terkenal dengan lokasi strategisnya. Di berbagai kota seperti Surabaya (Grand Inna Tunjungan), Medan (Medan), dan yogyakarta (dulu Malioboro, kini berganti nama), hotel. Ini menawarkan penginapan berkualitas dengan sejarah panjang, meski beberapa sudah berganti nama (rebranding) menjadi merek baru seperti Truntum. Atau Grand Hotel De Djokja, menunjukan transformasi dalam jaringan hotel bersejarah ini dan sudah banyak yang ingin mendapatkan hotel. Yang paling populerdan juga sudah banyak menyebar ke seluruh dunia, sejak tahun 2022, 2023, banyak unit Hotel yang mulai menjalani. Proses rebranding dan revitalisasi sebagai bagian dari upaya standardisasi hotel-hotel miliki BUMN di bawah manajemen Hotel indonesia Group (HIG).
Asal usul Hotel Grand Inna
Hotel Grand Inna adalah jaringan Hotel milik negara (BUMN) di indonesia yang merupakan warisan dari masa kolonial Belanda, dengan berbagai. Unit di kota-kota besar seperti medan (dulu Hotel de Boer), Bali (sebelumnya Hotel Bali Beach) Surabaya (Grand Inna Tunjungan). Staf yang sangat ramah, nama kemudian digunakan untuk menyatukan identitas hotel-hotel bersejarah dan ikonik dalam grup. Tersebut, menggabungkan unsur Grand (mewah, bersejarah) dengan inna (identitas grup hotel BUMN).
Siapa Orang Pertama Yang Membuat Hotel Grand Inna
Orang pertama yang membangun cikal bakal Medan (dulu Hotel De Boer) adalah pengusaha Belanda bernama Aeint Herman de Boer. Yang mendirikannya pada tahun 1989, namun nasionalisasi, hotel ini diakuisisi dan menjadi bagian dari jaringan Hotel indonesia Natour. (Sekarang hotel indonesia Group) menjadi bagian dari, didirikan pertama kali pada tahun 1908 oleh pemerintah kolonial Belanda, pada tahun 2025. Hotel ini telah direvitalisasi oleh in journey Hospitality (anak usaha BUMN) dan kembali menggunakan nama aslinya Grand Hotel De Djokja. Dirancang oleh arsitek asal Amerika serikat, Abel Sorensen dan istrinya, Wendy, atas permintaan presiden Soekarno untuk menyambut. Asian Games 1962 dan sudah banyak yang mendatangi hotel ini sebagai hotel yang sudah banyak yang mencari hotel. Ini sebagai hotel yang paling elegan dan juga legendaris
Sejarah Hotel Grand Inna
Sejarah Hotel Grand inna adalah sejarah panjang hotel-hotel legendaris di Indonesia yang dimiliki BUMN dan dikelola oleh PT Hotel. Indonesia Natour (Inna Hotels dan Resorts), dengan beberapa properti ikonik seperti Malioboro (Yogyakarta, dari 1911), medan. (Dari 1898 sebagai hotel De Boer), dan Bali Beach (Hotel tertinggi di Bali era 1960-an), yang semuanya kaya akan. Arsitektur kolonial dan menjadi saksi perkembangan pariwisata nasional, meski beberapa mengalami renovasi besar atau revitalisasi kawasan. Dan sudah banyak yang ingin mendatangi hotel ini sebagai hotel yang paling legendaris dan juga paling populer dan sudah memiliki.
Baca Juga : Hotel Grand City Hall: Hotel Mewah Bintang 5 Yang Terletak di Kota Medan
Kapan Populer
Hotel Grand Inna, terutama Malioboro (dulu Grand Hotel de Djokja) sudah populer sejak awal abad ke-20, dengan bangunan berdiri. Sejak 1908 dan beroperasi tahun 1912, lalu semakin terkenal setelah kedatangan tamu istimewa seperti Charlie Chaplin pada tahun 1932. Tertinggi di bali, Hotel ini menjadi ikon pariwisata internasional di sanur selama puluhan tahun, dan popularitasnya tidak hanya baru-baru. Ini, melainkan sudah mengakar kuat dari sejarah panjangnya sebagai salah satu hotel tertua dan bersejarah di indonesia. Dan sampai sekarang masih banyak yang mendatangi hotel ini karena sudah ada beberapa orang yang memuji hotel ini sebagai hotel paling legendaris.
Sejarah Popularitas Grand Inna (Malioboro)
Masa Kolonial dan Kemerdekaan (1903-an): Menjadi saksi sejarah penting termasu kunjungan aktor legendaris Charlie Chaplin pada tahun 1932, yang meningkatkan pamornya
Era Modern: Terus menajadi landmark terkenal di Yogyakarta, terutama dengan lokasinya di pusat kota (Malioboro) dan perubahan manajemen menjadi bagian dari jaringan Hotel indonesia Natour (sekarang Inna Hotels dan Resorts)
Apa Bedanya Dengan Hotel Lainnya
Perbedaan utama Hotel Grand Inna dengan hotel lain terletak pada sejarah, status kepemilikan (BUMN/Injourney), dan seringkali lokasinya yang strategis. Serta bangunan bersejarah, menjadikannya lebih dari sekadar tempat menginapan, ini adalah pengalaman menginap di bagian dari warisan budaya indonesia. Sering kali menawarkan fasilitas modern dalam nuansa klasik, berbeda dengan hotel biasa yang lebih fokus pada fungsi standar atau hotel. Butik yang sangat spesifik, beberapa sedang dalam proses rebranding menjadi merek lain di bawah naungan HIG. Seperti sampai sekarang masih banyak yang sudah banyak yang ingin mendatangi hotel ini, membedakan diri dengan mengintegrasikan. Kekayaan budaya dan keramahan khas indonesia ke dalam pelayanan dan pengalaman menginapnya.
Fokus Kearifan Lokal: Jaringan Hotel ini secara khusus berupaya menonjolkan ciri khas dan budaya indonesia, tidak hanya meniru standar internasional. Seperti hotel pada umumnya, tujuannya adalah agar tamu merasakan atmosfer yang lebih autentik dan terhubung dengan budaya lokal.
Lokal Strategis: Hotel-Hotel dalam jaringan ini sering kali berlokasi di tempat-tempat utama atau ikonik di indonesia, seperti di. Tepi pantai kuta (Sekarang truntum kuta) atau di kawasan Malioboro, menjadikannya pilihan strategis bagi wisatawan.
Kesimpulan dari Hotel Grand Inna
Hotel Grand Inna (terutama yang di Medan dan Tunjungan) adalah jaringan hotel bersejarah yang menawarkan perpaduan arsitektur kolonial Belanda dengan. Sentuhan lokal, pelayanan yang berupaya menjaga kebersihan (hygiene sanitasi) demi kepuasan tamu, serta memiliki reputasi baik yang mempengaruhi. Loyalitas pelanggan melalui testimoni (word of mouth), hotel ini merupakan bagian dari grup inna, yang mengelola berbagai properti dengan ciri. Khas sejarah dan lokasi strategis di kota-kota besar seperti Medan dan Surabaya, melayani kebutuhan penginapan makan, dan fasilitas lain bagi tamu. wellnessspanovelhotelabudhabi.com